CERPEN
Di ujung kota yang ramai, tinggallah seorang nenek, kakek, dan cucu perempuannya. Anak perempuan ini berusia 18 tahun, dimana diumurnya itu dia akan memasuki masa kuliah. Kedua orang tunya sedang berada di luar negeri untuk mengurus pekerjaan mereka. Dia terkenal sangat tidak sopan, serta saat sma ia suka membolos dan pergi jalan-jalan bersama teman-teman dekatnya. Nenek dan kakeknya sudah berusaha untuk membantunya berubah, tapi hasilnya nihil. Kedua orang tuanya pun juga sudah kewalahan. Diberi penjaga pun tetap dia tidak bisa berubah.
Tepat tanggal 2 september, di mana ia melakukan ospek di salah satu perguruan tinggi terkenal. Namun semua diluar dugaannya. Semua teman-teman dan gurunya benar-benar berbeda dari saat dia sma. Mereka benar-benar disiplin, tegas, dan penampilannya biasa saja tidak seperti dirinya, yang penuh dengan make up. Selama masa orientasi atau ospek tugas rumah yang diberikan kepada maba memang sedikit dan mudah, tapi justru saat kegiatan ospek di kampus ia benar-benar kewalahan. Ia diajari bagaimana cara baris-berbaris yang benar, cara menjadi seorang pemimpin, serta kegiatan yang benar-benar membangun karakter. Dalam kegiatan itu, ia selalu mengeluh tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut, dia capek, dan sebagainya. Semangatnya untuk kuliah di perguruan tinggi tersebut hampir hilang hingga ia melihat teman perempuannya. Satu-satunya teman perempuan yang memiliki kekurangan namun ia tetap semangat pantang menyerah. Awalnya biasa saja, sok-sok an tidak peduli. Tapi hal itu tidak bisa dihindari, ia terus mengamati temannya itu, tanpa terasa di dalam hatinya dia berkata dengan sedikit sombong, "Aku secara fisik lebih baik dari dia, sangat baik malah. Tapi kenapa justru dia yang lebih terlihat kuat daripada aku? Seharusnya aku bisa sama dengan dia, bahkan bia lebih dari dia". Anak perempuan tersebut mulai semangat kembali. Ia melakukan semua aktifitas ospek di kampus dengan penuh semangat, dan tanpa disadari lambat laun ia mulai berubah. Berubah ke dalam kondisi yang lebih baik. Ia menjadi lebih mandiri, sopan kepada orang yang lebih tua dan memiliki semangat untuk selalu menjadi yang terbaik. Sang nenek dan kakek merasa bangga dengan perubahan tersebut, begitu pula kedua orang tuanya.
Jadi, siapapun dapat berubah menjadi lebih baik asalkan ada"DUIT", yakni Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakkal. Serta satu lagi, yaitu niat dari hati bukan hanya sekedar omogan.
Komentar
Posting Komentar